Mengenal Penyebab dan Pencegahan Penyakit Empiema

Pengertian

Empiema merupakan suatu kondisi di mana terdapat kumpulan pus atau nanah di area ruang pleura. Area ini terletak di antara paru-paru dan permukaan dalam dinding dada.

Pus merupakan cairan yang berisi sel daya tahan tubuh, sel mati, dan bakteri. Pus yang terdapat di ruang pleura tidak dapat dikeluarkan lewat batuk, melainkan harus menggunakan jarum atau prosedur pembedahan.

Empiema dapat terjadi setelah seseorang mengalami pneumonia, yang merupakan infeksi jaringan paru-paru.

Penyebab

Empiema dapat terjadi setelah seseorang mengalami pneumonia. Terdapat banyak tipe bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia. Namun ada dua yang paling sering menjadi penyebab, yaitu Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus.

Terkadang, empiema dapat terjadi setelah seseorang menjalani tindakan pembedahan pada area dada. Hal ini terjadi akibat masuknya bakteri ke rongga pleura.

Sebagian rongga pleura umumnya mengandung cairan. Namun, infeksi dapat menyebabkan peningkatan volume cairan akibat frekuensi produksi cairan yang lebih cepat dibandingkan penyerapannya.

Cairan tersebut dapat terinfeksi oleh bakteri yang menyebabkan pneumonia atau infeksi yang sedang dialami. Cairan yang terinfeksi pun umumnya mengalami penebalan. Sebagai akibatnya, lapisan paru-paru dan rongga dada bisa melekat dan membentuk kantung, yang kemudian menjadi empiema.

Pada pasien dengan kondisi ini, paru-paru akan mengalami kesulitan untuk mengembang secara sempurna, yang kemudian menyebabkan gangguan pernapasan.

Penyakit Empiema
Penyakit Empiema

Gejala

Menurut situs https://828bet.online/ Penyakit Empiema dapat terbagi menjadi dua, yaitu empiema sederhana dan empiema kompleks. Empiema sederhana umumnya terjadi pada tahap penyakit tersebut. Pada tipe ini, pus yang terbentuk dapat mengalir dengan bebas.

Tanda dan gejala dari empiema sederhana mencakup:

  • Sesak napas
  • Batuk kering
  • Demam
  • Produksi keringat yang berlebih
  • Nyeri dada saat bernapas, dengan kualitas nyeri menyerupai rasa tertusuk
  • Nyeri kepala
  • Kebingungan
  • Penurunan nafsu makan

Empiema kompleks dapat terjadi pada tahap lanjut dari penyakit tersebut. Pada empiema kompleks, peradangan yang terjadi dapat lebih berat. Jaringan parut dapat terbentuk dan rongga dada dapat terbelah menjadi rongga-rongga yang lebih kecil. Hal ini disebut lokulasi dan akan lebih sulit untuk ditangani.

Apabila infeksi terus memburuk, dapat menyebabkan pembentukan lapisan tebal pada pleura, yang disebut pleural peel. Kondisi ini dapat menghambat paru-paru mengembang dan akan membutuhkan prosedur pembedahan.

Tanda dan gejala lain yang mungkin timbul pada empiema kompleks mencakup:

  • Kesulitan bernapas
  • Penurunan suara napas
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri dada
Penyakit Empiema
Penyakit Empiema

Diagnosis

Diagnosis empiema dapat ditentukan berdasarkan hasil wawancara medis yang rinci, pemeriksaan fisik secara langsung, dan pemeriksaan penunjang tertentu.

Dokter dapat mencurigai adanya empiema pada orang dengan pneumonia yang tidak menunjukkan respons yang baik terhadap terapi. Dokter juga akan mendengarkan adanya suara napas abnormal dari paru-paru menggunakan stetoskop.

Beberapa pemeriksaan penunjang atau prosedur yang dapat dilakukan untuk menetapkan diagnosis adalah:

  • Pemeriksaan rontgen menggunakan sinar X atau pemeriksaan computerized tomography (CT) scan, yang dapat menunjukkan ada atau tidaknya cairan di rongga pleura.
  • Pemeriksaan ultrasonografi dinding dada, yang dapat menunjukkan jumlah cairan dan lokasinya.
  • Pemeriksaan darah, yang dapat membantu mengevaluasi hitung sel darah putih, melihat adanya protein C-reaktif, dan mengidentifikasi adanya bakteri yang menyebabkan infeksi. Hitung sel darah putih dapat meningkat pada individu yang mengalami infeksi bakteri.
  • Prosedur torakosentesis, yang dapat dilakukan dengan cara memasukkan jarum dari bagian belakang rongga dada ke dalam rongga pleura untuk mengambil sampel cairan. Cairan tersebut kemudian dianalisis di bawah mikroskop untuk mengevaluasi adanya bakteri, protein, dan sel-sel lainnya.

Penanganan

Penanganan empiema ditujukan untuk mengeluarkan pus dan cairan dari pleura dan mengatasi infeksi. Dokter juga dapat meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi yang menjadi penyebab awal kondisi ini. Jenis spesifik antibiotik yang diberikan bergantung dari jenis bakteri yang menyebabkan infeksi.

Metode yang digunakan untuk mengevakuasi pus bergantung dari derajat keparahan empiema yang dialami. Pada kasus yang sederhana, jarum dapat dimasukkan ke rongga pleura untuk mengevakuasi cairan, yang disebut sebagai percutaneous thoracentesis.

Pada tahap yang lebih lanjut, atau empiema kompleks, tabung drainase harus digunakan untuk mengevakuasi pus. Prosedur ini umumnya dilakukan dengan anestesi di ruang operasi, dan terdapat beberapa pilihan teknik pembedahan yang dapat dilakukan.

Pencegahan

Empiema sering kali didahului oleh infeksi pada paru-paru atau pneumonia. Karena itu kondisi empiema dapat dicegah dengan deteksi dan penanganan dini pada pasien yang mengalami pneumonia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *